Pengertian Umroh, Hukum, Syarat, Rukun dan Wajib Umroh

Diposting pada

Umroh Desember – Pengertian umroh, hukum, syarat, rukun dan mesti umroh ini mesti kita sampaikan mengingat tetap banyak jamaah yang belum memahami bahkan memahami apa itu umroh, apa beberapa syarat umroh itu, mesti umroh, dan juga rukunnya. Pada kesempatan ini admin mengidamkan coba sekdar berbagi mengenai hal-hal yang terkait dengan ibadah umroh itu sendiri.

Dasar Hukum Ibadah Umroh
Dasar basic hukum umroh semdiri menurut Al Qur’am dan Hadits adalah sbb :

1. Menurut Al Quran, surat Al Baqoroh ayat 196 :

Sempurnakanlah ibadah Haji dan Umrah Karena Allah

2. Menurut Haduts nabi Muhammad SAW

Ibadah umroh berasal dari satu umroh ke ibadah umroh yang berikutnya merupakan penghapus dosa
Pengertian Umroh

Umroh adalah berkunjung ke Ka’bah (biatullah) untuk melakukan serangkaian kesibukan ibadah ( thawaf, sa’i, tahallul ) dengan syarat dan ketetapan yang telah ditetapkan didalam al-Qur’an maupun sunnah Rasulillah SAW.

Hukum Melaksanakan Umroh
Hukum melakukan umroh sendiri adalah sunnah bagi tiap-tiap muslim yang dapat melaksanakannya, baik dapat secara materi maupun non materi. umroh sendiri dapat dilakukan kapan saja terkecuali terhadap hari Arafah yakni tanggal 10 Zulhijjah dan hari tasrik yakni terhadap tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah

Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum melaksankan umroh adalah mesti atau fardu bagi orang yang belum melaksankan selagi dia dapat untuk melaksanakannya.Naun demiakian tersedia pula sebagain ulama yang mengatakan bahwa ibadah umroh itu hukummnya sunnah mu’akkad.

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim mengatakan bahwa melakukan ibadah umroh terhadap bulan Ramadhan nilainya sama dengan melakukan ibadah haji

Syarat, Rukun dan mesti umroh

Syarat Umroh
1. Beragama Islam
2. Baligh
3. Berakal sehat
4. Merdeka ( Bukan budak )
5. Mampu
Rukun Umroh
1. Niat ihram berasal dari Miqot
2. Tawaf
3. Sa’i
4. Tahallul ( gunting rambut )
5. Tertib

Wajib Umroh
1. Niat ihram umroh di Miqot
2. Meninggalkan larangan selama ihram
Tahapan atau alur Kegiatan umroh
• Berangkat menuju Miqot
• Mandi lantas berpakain ihram di Miqot ( boleh juga dilakukan di pemondokkan sebelum berangkat miqot )
• Berpakain ihram sambil sholat sunnah ihram 2 rakaat, dianjurkan didalam sholat sunnah ihram (setelah membaca al-fatihah ) membaca surat al-kafirun terhadap rakaat pertama dan membaca surah al-Ikhlas terhadap rakaat kedua
• Melafalzkan tekad umroh sekurang-kurangnya membaca ” labbaikallahu umrotan ” atau yang lengkap membaca ” nawaitul ‘umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta’aalaa
• Selanjutnya semua jamaah menuju Mekkah dengan menempuh perjalanan sejauh 450 KM dengan berpakain ihrom sambil membaca talbiah sebanyak-banyaknya selama perjalanan sampai masuk ke kota Mekkah
• Sampai di pemondokkan menata barang bawaan dan jamaah senantiasa dengan berpakaian ihram
• Selanjutnya menuju Masjidil haram dengan senantiasa berpakaian ihram dan diusahakn masuk Masjidil harom melalui pintu Baabussalam. Melihat ka’bah dan melintas makam nabi Ibrahim sambil berdo’a, lantas langsung menuju rukun Hajar Aswad.
• Melakukan thawaf / memutari Ka’bah sebanyak 7 kali
• Melakukan thawaf, yakni terjadi antara bukit Safa dan Marwa sebanyak 7 kali balikkan
• Setelah selesai melakukan sa’i yang berakhir di bukit Marwa, melakukan Tahallul / menggunting rambut sekurang-kurangnya 3 helai rambut
• Setelah itu selesailah kesibukan umroh, dan jamaah dihalalkan / dibebaskan berasal dari larangan selama melakukan ihram, boleh melepas pakaian ihram dan berpindah dengan pakaian biasa.

Larangan selama melaksankan ihrom umroh

• Tidak boleh mencabut dan memotong rambut, menggaruk sampai kulit terkelupas, memotong kuku
• Tidak boleh kenakan parfum / parfum
• Tidak boleh bertengkar
• Tidak boleh melakukan pertalian suami istri
• Tidak boleh bermesraan
• Tidak boleh bicara kotor, perkataan yang tidak baik, bicara porno, jorok
• Tidak boleh menikah atau menikahkan
• Tidak boleh berburu binatang atau menopang berburu
• Tidak boleh membunuh bintang, terkecuali yang menganvcam jiwa
• Tidak boleh memotong atau mencabut tumbuhan dan segala perihal yang mengganngu kehidupan makhluk di dunia ini
• Tidak bol;eh berhias atau berdandan
• Pria tidak boleh kenakan penutup kepala, pakaian yang berjahit, kenakan alas kaki yang menutup mata kaki
• Wanita tidak boleh menutup muka dan kenakan sarung tangan yang dapat menutup telapak tangan.

Insya Allah alur deskripsi pengertian umroh diatas bakal diperhatikan oleh semua jamaah umroh juga mereka yang hendak melakukan umroh program paket umroh Desember di Khazanah tour and travel semoga dengan mencermati sayart, rukun dan lain lainnya menjadikan ibadah jamaah makin khusus dan berarti sehingga mereka kembali ke tanah air mempunyai umroh yang mabrur dan maqbul .

Demikian artikel mengenai Pengertian umroh, hukum, syarat, rukun dan mesti umroh dilengkapi dengan artikel mengenai tahapan pelaksanaan ibadah umroh dan larangan selama melaksankan ihram umroh, mudah-mudahan dapat menopang jamaah yang mengidamkan melakukan kesibukan ibadah umroh, sehingga semua jamaah dapat melaksankan ibadah umroh dengan tenang, aman dan nyaman dan kembali ke tanah air dengan mempunyai umroh yang mabrur yang maqbul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *