Software Akuntansi Gratis

Diposting pada

Jika Anda membaca artikel ini, mungkin besar Anda sedang melacak sebuah software akuntansi untuk bisnis yang sedang Anda jalankan. Ada banyak software akuntansi yang di tawarkan di Indonesia. Harganya pun bermacam-macam, jadi berasal dari ratusan ribu hingga ratusan juta.

Nah, waktu membaca embel-embel “gratis,” siapa yang tidak tertarik? Sangat wajar jika kita tertarik kepada suatu hal yang gratisan. Donat gratis yang dipromosikan sebuah gerai donat ternama saja selamanya dijubeli customer yang sudi antre, padahal lama waktu mengantre tidak seimbang dengan singkatnya waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan sekotak donat. Apalagi, software akuntansi gratis yang jauh lebih lama “habisnya.” Ini adalah tawaran yang tidak boleh disia-siakan.

Namun, Anda tentu termasuk bertanya-tanya: Apakah software akuntansi selanjutnya terlampau gratis? Kita tentu kerap meraih tawaran promo produk yang dikatakan gratis, tetapi ujung-ujungnya nampak ongkos ini itu. Kita jadi berpikir, jangan-jangan software akuntansi gratis ini termasuk sama layaknya itu. Bukankah ada pameo yang berkata:

Tidak ada makan siang gratis.

Zaman sekarang, gitu loh, mana ada yang terlampau gratis?

Jadi, sebelum Anda melangkah lebih jauh untuk mengunduh dan menginstall sebuah software akuntansi gratis, mari kita menyelidikinya khususnya dahulu.

Kalau Anda mencermati, tawaran software akuntansi gratis selanjutnya diberikan oleh para developer atau pembuat software akuntansi, baik di dalam maupun di luar negeri. Bisnis utama mereka adalah menjajakan software akuntansi. Logikanya, terkecuali mereka membagi-bagikan software akuntansi selanjutnya secara gratis, berasal dari mana mereka dapat meraih penghasilan? Apabila software akuntansi gratis yang mereka menawarkan terlampau mampu memenuhi keperluan perusahaan, siapa yang dapat membeli software akuntansi yang mereka jual? Pasti tidak ada, bukan?

Itu artinya,

Tidak ada software akuntansi yang terlampau gratis.

Coba Anda bayangkan saja, jika software akuntansi selanjutnya terlampau dibagikan secara gratis, siapa yang dapat membayar waktu dan tenaga yang udah dikeluarkan oleh tim developernya. Merancang dan mengembangkan sebuah software akuntansi bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakannya. Selain itu, developer termasuk membutuhkan basis information yang lumayan kompleks dan bervariasi agar mampu menghasilkan sebuah software akuntansi yang valid dan mampu diaplikasikan dengan tepat. Tentu tidak masuk akal terkecuali sesudah software akuntansi selanjutnya menjadi lantas dibagi-bagikan begitu saja

Anda tetap menghendaki ada software akuntansi yang terlampau gratis? Mari kita telaah lebih jauh.

Software akuntansi gratis berbatas waktu

Strategi promosi ini kebanyakan digunakan oleh para developer luar negeri. Sage 50, misalnya. Developer software akuntansi Peachtree berasal dari Amerika ini mengizinkan kita mencoba software akuntansi buatan mereka secara gratis selama 60 hari. Tujuannya adalah agar kita mampu jelas fitur-fitur yang mereka sediakan. Kita mampu menguji coba. Harapannya, sesudah dua bulan mengutak-atik software akuntansi tersebut, kita menjadi terpikat. Jika kita terlampau menginginkan memilikinya, kita wajib menebusnya dengan harga yang lumayan mahal untuk ukuran bisnis kecil dan menengah di Indonesia.

Sedangkan terkecuali kita memastikan untuk beralih ke software akuntansi lain, maka user wajib ulang studi dan beradaptasi. Bisa dibilang, waktu 60 hari yang digunakan untuk mencoba software akuntansi gratis selanjutnya dapat menjadi sia-sia.

Software akuntansi gratis punyai fitur terbatas

Lain ulang siasat promosi yang dilaksanakan oleh para developer software akuntansi dalam negeri. Pada kebanyakan mereka menawarkan software akuntansi gratis yang tidak dibatasi oleh waktu. Jadi, hingga kapan pun kita selamanya mampu memakainya. Wah, sedap dong? Eitss … tunggu dulu! Software akuntansi yang mampu kita unduh secara gratis selanjutnya tidak dalam versi lengkap. Fiturnya sangat, terlampau terbatas. Jika bisnis kita berkembang, atau berasal dari awal sesungguhnya udah lumayan kompleks, fitur yang dihidangkan oleh software akuntansi gratis ini tentu tidak memadai.

Nah, waktu hendak membeli versi lengkapnya, kita dikejutkan oleh harganya yang ternyata selangit. Apalagi terkecuali kita memerlukannya di lebih dari satu buah komputer, kita wajib membeli lisensi yang tidak murah. Hendak beralih ke software akuntansi lain, user udah terlanjur punya kebiasaan dengan software akuntansi yang (awalnya) gratis ini. Serba salah,bukan?

Software akuntansi gratis tidak dapat dukungan oleh layanan purna jual

Sejumlah software akuntansi gratis merupakan open source. Artinya, software akuntansi selanjutnya mampu dikembangkan sendiri oleh penggunanya. Jika kita mendapatkan masalah dalam software akuntansi tersebut, kecil mungkin kita meraih perlindungan purna jual. Karena, software akuntansi selanjutnya sesungguhnya tidak dijual. Lalu, siapa yang kita berharap menolong kita waktu menghadapi masalah? Kalau kita menginginkan mampu fokus terhadap bisnis utama kita dan tidak dipusingkan oleh software akuntansi yang cuma merupakan satu bagian berasal dari seluruh proses operasional perusahaan, software akuntansi gratis ini tampaknya bukan pilihan yang tepat.

Tidak mampu dipungkiri bahwa lebih dari satu software akuntansi yang beredar di pasaran waktu ini mematok harga lumayan mahal. Apalagi, kerap kali lisensi software akuntansi selanjutnya dibatasi cuma untuk 1-2 komputer saja. Apabila kita menginginkan menambah user, maka kita wajib membeli lisensi tambahan, yang nilainya tidak kecil. Itu bermakna ada tambahan biaya.

Solusinya? Kita wajib menentukan software akuntansi yang harganya reasonable, masuk akal, dan sesuai dengan layanan yang kita dapatkan.

Adakah software akuntansi yang demikian? Software akuntansi yang tidak berbatas waktu, fitur-fiturnya lengkap, disertai layanan purna jual yang oke, plus harganya wajar? Jika kita sudi meluangkan waktu untuk mencari, ternyata ada. Salah satunya adalah software akuntansi Seventhsoft. Dan, penggunanya ternyata udah banyak, perusahaan-perusahaan yang lumayan tenar pula. Berdasarkan testimony mereka (bisa Anda baca di sini “Seventhsoft – testimony”, kita mampu yakin bahwa software akuntansi ini mampu diandalkan.

Bagaimana dengan layanan purna jualnya?

Berbeda dengan software akuntansi open source yang kurang jelas layanan purna jualnya, software akuntansi Seventhsoft ini punyai layanan purna jual yang terlampau bagus. Ini adalah perihal penting. Saat user mengalami ada problem dalam mengoperasikan software akuntansi, respons cepat dan perlindungan penuh berasal dari developer terlampau dibutuhkan.

Ada developer software akuntansi tenar di Indonesia, penggunanya lumayan banyak, yang lumayan sulit untuk dihubungi waktu user mengalami masalah. Kita cuma mampu mengontak mereka lewat e mail atau chat. Kita mampu membayangkan apa yang berlangsung terkecuali suatu kali user menghadapi ada problem mengoperasikan software akuntansi. Saat itu mungkin transaksi sedang banyak-banyaknya yang wajib diinput. Namun, karena pihak developer sulit dihubungi, mungkin pekerjaan dapat terbengkalai satu atau dua hari. Oh, it will be a nightmare!

Oleh karena itu, penting bagi kita menentukan software akuntansi yang punyai layanan purna jual bagus. Mereka wajib punyai kepedulian terhadap kelangsungan bisnis kita. Bukan hanya menjajakan software akuntansi dan lantas “bye!”

Masih menginginkan software akuntansi gratis?

Jika ongkos yang dikeluarkan di lantas hari jauh lebih besar, apa gunanya gratis di awal? Lebih baik berasal dari pada awalnya kita memastikan pilihan kepada software akuntansi yang paling mampu diandalkan dengan harga masuk akal. Reliable dan reasonable. Selanjutnya kita tinggal mengoperasikan dengan lancar dan mampu fokus kepada bisnis utama kita sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *