Dugaan Penggelapan Dana Rental Sewa Alat Berat Oleh DLH Atam, Nilainya Mencapai Puluhan Juta

Diposting pada

Dugaan Penggelapan Dana Rental Sewa Alat Berat Oleh DLH Atam, Nilainya Mencapai Puluhan Juta

Sewa Alat Berat Bali – DLH AcehTamiang dikabarkan melakukan penggelapan dana saat menyewakan alat berat yaitu alat berat jenis excavator dan doser pada PT Meudang Pirak sebagai pelaksana dari Proyek Peningkatan Kinerja TPA yang berlokasi di Kampong Durian, tepatnya di Kecamatan Rantau. Proyek tersebut dimasukkan ke dalam APBN 2018.

Sumbe mengungkapkan jika kedua alat berat yang sudah disewakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Atam dengan tujuan untuk membantu proses pengerukan tanah yang berbukit di wilayah proyek tersebut supaya proses menjadi jauh lebihi cepat. Proyek ini telah berjalan memasuki bulan Ramadhan 1439 dan masih berlangsung sampai sekarang ini.

“Kedua alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup digunakan alias disewakan pada PT Meudang Pirak sebagai pelaksana utama dari proyek Peningkatan Kinerja TPA di Kecamatan Rantau, Kampung Durian, Atam dari sebelum bulan puasa sampai saat ini masih dioperasikan di wilayah proyek” ungkap sumber.

Pegawai dari Unit Pelayanan Teknis Dinas alat berat di Pemkab Aceh Tamiang sudah dikonfirmasi oleh wartawan dan berkata jika kedua alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup Atam memang disewakan di proyek selama 150 jam lamanya dengan total dana sewa kedua alat berat mencapai Rp. 35 juta.

“Kedua alat berat disewakan untuk membantu proyek tersebut, mulai dari 22 Juni 2018-6 Juli 2018, kurang lebih selama 15 hari. Untuk pemakaian alat berat excavator kurang lebih digunakan selama 100 jam lamanya dengan harga sewa mencapai Rp. 20 juta, sedangkan beko disewa kurang lebih selama 50 jam dengan harga sewa Rp. 15 juta. Jadi bila dikalkulasikan total keseluruhan jam sewa alat berat mencapai 150 jam dengan harga sewa puluhan jutaan” ungkap petugas yang ditemui di UPTD tersebut.

Dan dengan adanya pernyataan langsung dari sumber serta petugas UPTD yang mana bertolak belakang, maka hal ini kemudian memicu dugaan penyimpangan dana alias penyelewengan alat berat yang telah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Atam. Karena berdasarkan pada keterangan sumber, sewa alat berat terjadi sebelum bulan puasa dan sampai saat ini masih terus digunakan, tentunya jam alat berat yang disewakan jika dihitung akan lebih dari 150 jam sedangakn di dalam berkas kontrak sewa hanya disewa tepat selama 150 jam saja.

Melihat adanya dugaan penyelewengan tersebut, Kepala DLH dari Aceh Tamiang, yakni Syamsul Rizal sudah dikonfirmasi oleh wartawan melalui WA dan beliau mengatakan aakn memberitahukan informasi mengenai dugaan tersebut pada pihak media secepatnya dan media masa bisa langsung datang untuk menemui beliau di kantor Dinas Lingkungan Hidup Atam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *