Tips Menggunakan Digital Multimeter

Diposting pada

Sewa Fluke – Pada peluang post kali ini Ralali bakal berbagi tips bagaimana langkah gunakan multimeter digital yang baik dan benar untuk pengukuran yang optimal. Pengukuran adalah sebuah event dimana kita bakal mencari data baik itu berwujud data maupun angka, dan terhadap segi pengukuran angka ini terlampau crusial untuk menentukan pengambilan ketentuan berikutnya. Oleh sebab itu dalam melaksanakan pengukuran haruslah tepat dengan langkah yang tepat dan membuahkan hasil yang tepat.

Digital Multimeter Rekomendasi
Digital multimeter yang masuk terhadap saran ralali news kali ini adalah Fluke 107. Karena ditinjadu dari banyak segi tools yang satu ini terlampau layak untuk menajdi product rekomendasi, melihat detil spesifikasinya disini = Clamp Meter Fluke Digital Multimeter

• Gunakan Kabel hitam ke COM (Ground), dan juga gunakan Kabel Merah ke Lubang paling kanan (V/Ohm).
• Tetapkan obyek pengukuran, umpamanya bakal mengukur battere Nokia yg berkapasitas 3, 7V.
• Tengok taraf terhadap Multitester pd segi V (Volt) ada dua yaitu :
• DC Volt — (Tegangan searah) : Tegangan Batere, Teg. Output IC Power, dsb (Ada Polaritas + dan juga -)
• AC Volt ~ (Tegangan Bolak Balik) : Tegangan PLN, dan juga sejenisnya.

Biasanya yg dipakai dalam pengukuran arus lemah layaknya pengukuran hp, dan lain-lain diambil yg DC Volt
Sesudah diambil taraf DC Volt, ada nilai2 yg tercantum di anggota DC Volt tsb. Misal :

• 200mV bermakna hendak mengukur tegangan yg maximal 0, 2 Volt
• 2V bermakna bakal mengukur tegangan yg maximal 2 Volt
• 20V bermakna bakal mengukur tegangan yg maximal 20 Volt
• 200V bermakna hendak mengukur tegangan yg maximal 200V
• 750V bermakna bakal mengukur tegangan yg maximal 750V

Pakai taraf yang tepat untuk pengukuran, contoh Batterai 3, 6 Volt gunakan taraf terhadap 20V. Maka akhirnya bakal akurat mis terbaca : 3, 76 Volt.
Bila kenakan taraf 2 V bakal terlihat angka 1 (tandanya overload/melebihi taraf)
Bila kenakan taraf 200V bakal terbaca akhirnya tapi tdk akurat mis terbaca : 3, 6V atau 3, 7 V sja (1digit belakang koma)
Bila kenakan 750V barangkali tapi akhirnya kaan terbaca 3 atau 4 volt (Dibulatkan lsg tak ada koma)
Sesudah obyek pengukuran sdh ada, dan juga taraf sdh diambil yg pas, maka lakukan pengukuran dgn tempelkan kbl merah ke positif battere dan juga kabel hitam ke negatif batere. Akan terlihat hasil pengukurannya.
Bila kabel terbalik akhirnya bakal tetap nampak, tapi ada tanda negatif didepan akhirnya. Lain dgn Multitester Analog. Bila kbl terbalik jarum bakal mentok ke arah kiri.
NB : kalau Multitester ada tombol DH, Itu bermakna Data Hold. Bila ditekan maka akhirnya bakal freeze, dan juga bisa dicatat akhirnya.

Memakai Multitester untuk Ohm Meter
1. Cermati Obyek yg bakal diukur. (Resistor, halangan jalur, dan lain-lain)
2. Cermati taraf Pengukuran terhadap Ohm Meter
200 bermakna bakal mengukur halangan yg nilainya max. 200 Ohm
3. 2K bermakna bakal mengukur halangan yg nilainya max. 2000 Ohm (2KOhm)
4. 20 K bermakna bakal mengukur halangan yg nilainya max. 20. 000 Ohm (20K Ohm)
5. 200K bermakna hendak mengukur halangan yg nilainya max. 200. 000 Ohm (200K Ohm)
6. 2M bermakna sudi mengukur halangan yg nilainya 2. 000. 000 Ohm (2000K Ohm atau 2 Mega Ohm)

Apabila tdk tau besaran nilai yg mengidamkan diukur, dianjurkan tentukan taraf tengah umpamanya taraf 20K. Lalu lakukan pengukuran. Bila akhirnya 1 (Overload) maka naikkan skala
Bila akhirnya digit dibelakang koma kurang akurat, maka menurunkan taraf.

Misal pembacaan hasil :
Pd taraf 2K akhirnya 1, 76 itu bermakna halangan yg terarah yaitu 1, 76 K Ohm
Pd taraf 2K akhirnya 0, 378 itu bermakna halangan yg terarah yaitu 0, 378 K Ohm dengan kata lain 378 Ohm. (KOhm ke Ohm dikali 1000)
Pd taraf 20K akhirnya 1, bermakna obyek yg mengidamkan diukur melebihi taraf 20K, maka naikan taraf menjadi 200K, akhirnya menjadi 38, 78 itu bermakna halangan yg terarah yaitu sebesar 38, 78 KOhm
Pada pengukuran tegangan PLN, maka taraf dipindahkan ke segi AC Volt (~) lalu taraf ke 750 V.
Colok kabel merah dan juga hitam ke masing2 lobang stop kontak, bolak balik bisa. Tetapi hati2 kuatir ada kabel yg mengelupas, bisa tersengat listrik.
Hasil yg bakal terlihat mis : 216 bermakna tegangan PLN tsb sebesar 216 Volt.
Bila gunakan taraf 200, maka akhirnya bakal 1 menandakan over load dengan kata lain melebihi taraf 200 Volt tsb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *